Rabu, 03 Juni 2009

UNDANGAN SANG JURU SELAMAT

“Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.” Matius 11:27

Dalam ayat 27 ini Yesus menyatakan hubungan istimewa yang dimilikiNya dengan Allah Bapa yang tidak mungkin dimiliki oleh siapa pun. Orang dapat mengenal Bapa hanya melalui pernyataan Anak kepadanya. Hanya melalui Yesus orang berdosa dapat datang kepada Allah Bapa dan diselamatkan. “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6).

Tuhan menegaskan identitas, status, otoritas dan kuasaNya. Sang Juruselamat yang memiliki otoritas dan kuasa Ilahi kini menjanjikan dan menawarkan kelegaan pada siapa pun yang datang kepadaNya, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (ayat 28 Matius). Yesus tidak mengundang orang-orang yang merasa mapan dan puas diri, karena biasanya mereka merasa tidak membutuhkan Tuhan. Yang Dia undang justru orang-orang yang 'sakit', berdosa, terbuang, meratap, putus asa, hancur dan merasa tidak berpengharapan. Kepada mereka inilah Tuhan akan memberikan kelegaan. Sayang, tidak semua orang mau menerima dan merespon undanganNya. Dosa telah mengakibatkan orang lebih memilih menuruti keinginan sendiri dan mengabaikan anugerah Tuhan tersebut. Mereka yang menyadari siapa diri mereka sebenarnyalah yang menghargai anugerah Tuhan ini. Manusia menginginkan kelegaan dan kedamaian, tetapi mereka menolak Sumber damai itu; manusia menginginkan keselamatan, tapi mereka merendahkan dan memalingkan muka terhadap Sang Juruselamat.

Tuhan melanjutkan, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu...” (ayat 29). 'Kuk' adalah lambang penundukan diri dan pelayanan. Selama hati kita tetap keras dan memberontak, kita tidak akan pernah mendapatkan hal terbaik yang disediakan Tuhan bagi kita. Maka kita harus belajar menerima didikan (pembentukan) dari Tuhan, kita harus bersedia dan rela dihancurkan. Belajarlah dari Tuhan Yesus dan mengikuti teladanNya, Ia tunduk kepada kehendak Bapa, taat sampai mati di atas kayu salib!

Datanglah kepada Yesus, Dia adalah jawaban setiap pergumulan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar